pengertian politik,ciri-ciri budaya politik, semoga bisa membantu apa yg saya post ini...
PENGERTIAN
POLITIK
·
Berikut ini merupakan pengertian politik
menurut para ahli.
1.
Joyce
Mitchell : politik adalah
pengambila keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat
seluruhnya.
2.
Roger
F.Soltau: ilmu politik mempelajari Negara ,tujuan
Negara,dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan itu.
3.
Prof.miriam budiardjo: politik adalah
bermacam-macam kegiatan yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan dan pelaksanaan
tujuan itu.menurutnya, politik memuat konsep-konsep pokok tenang Negara
(state),kekuasaan (power),pengmbilan keputusan (decisious making), kebijksanaan
(policy),dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation).
CIRI-
CIRI BUDAYA POLITIK
Budaya
politik merupakan bagian dari kebudayaan
masyarakat dengan cirri-ciri yang lebih khas, yaitu :
a) Budaya
politik menyangkut masalah legitimasi
b) Pengaturan
kekuasaan.
c) Proses
pembuatan kebijakan pemerintah.
d) Kegiatan
partai-partai politik.
e) Perilaku
aparat Negara.
f) Gejolak
masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah.
C. TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK DAN
PENGERTIANYA
Tipe-tipe
budaya politik antara lain :
1) Budaya
politik parochial
2) Budaya
politik kawula
3) Budaya
politik partisipan
1.
Budaya
politik parochial
Budaya politik parochial berarti
terbatas pada wilayah atau lingkup yang kecil dan sempit, misalnya yangbersifat
provinsial.
Ciri-ciri budaya politik ini,yaitu:
a) Budaya
politik ini berkembang dalam masyarakat tradisional dan sederhana,dengan
spesialisasi sangat kecil.
b) Para
pelaku politik sering melakukan perannya dengan serempak meliputi bidang
ekonomi, keagamaan, dan lain-lain.
c) Dalam
masyarakat yang bersifat parochial ini,karena terbatasnya diferensiasi,tidak
terdapat peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri.
d) Pada
kebudayaan seperti ini, anggota masyarakat cenderung tidak menaruh minat
terhadap objek-objek politik yang luas,kecuali dalam batas tertentu terikat
secara sempit.
e) Yang
tampak menonjol dalam budaya politik parochial ialah adanya kesadaran anggota
masyarakat akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan politik dalam masyarakatnya.
2.
Budaya
politik kawula
Budaya politik kawula adalah anggota
yang masyarakat mempunyai minat, perhatian, mungkin pula kesadaran terhadap
system sebagai keseluruhan, terutama terhadap segi output.Budaya ini di tandai
dengan :
a) Perhatian
(yang frekuensinya sangat rendah) atau aspek input serta kesadarannya sebagai
actor politik,boleh dikatan nol.
b) Orientasi
mereka yang nyata terhadap objek politik dapat terlihat dari pernyataannya
,baik berupa kebanggaan,ungkapan sikap mendukung, maupun sikap permusuhan
terhadap aspek output.
c) Posisinya
sebagai kawula,pada dsarnya dapat dikatakan posisi yang pasif.
d) Mereka
menganggap dirinya tidak berdaya untuk memengaruhi atau mengubah system.oleh
karena itu,menyerahkan segala kebijakan dan keputusan kepada para pemegang
jabatan dalam masyarakatnya.
e) Segala
keputusan (dalam arti output) yang di ambil oleh pemeran politik (dalam arti
pemangku jabatan politik) dianggap sebagai sesuatu yang tak dapatdi
ubah,dkoreksi,apalag di tentang.
3.
Budaya
politik partisipan
Budaya politik partisipan ditandai oleh
adanya perilaku yang berbeda dengan perlaku sebagai kawula,yaitu :
a) Seseorang
menganggap dirinya ataupun orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan
politik.
b) Seseorang
engn sendirinya menyadari setiap hak dan tanggung jawabnya (kewajibannya),dapat
pula merealisasi dan mempergunakan hak,serta menanggung kewajibannya.
c) Tidak
diharapkan seseorang menerima begitu saja keadaan,berdisplin mati,tunduk
(taklid) terhadap keaadaan,tidak lain karena ia merupakan salah satu mata rantai
akif proses politik
d) Seseorang
dalam budaya politik partisipan dapat menilai dengan pn kesadara,baik system
sebagai totalitas, input dan output ,mapun posisi dirinya sendiri.
No comments:
Post a Comment